Wakil Ketua DPRD Ivan Wirata: Sudah saatnya Jambi Miliki Pelabuhan Utama

SEARAH.CO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menilai sudah saatnya wilayah provinsi itu, memiliki pelabuhan utama sebagai penunjang ekspor komoditas lokal secara langsung ke negara tujuan.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyampaikan, saat ini pengiriman komoditas lokal seperti kopi, kayu manis dan pinang dominan memilih jalur logistik di pelabuhan luar daerah seperti melalui pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat (Sumbar) dan Belawan, Sumatera Utara (Sumut dan Belakang Padang Kepulauan Riau (Kepri).

Bacaan Lainnya

“Akibatnya pendapatan daerah melalui pergerakan ekspor belum maksimal, akibat keterbatasan infrastruktur logistik,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Menurut Ivan Wirata, Pelabuhan Talang Duku yang ada di Provinsi Jambi saat ini masih memiliki keterbatasan dalam kapasitas bongkar muat, khususnya peti kemas tujuan internasional secara rutin.

Pelabuhan tersebut sekarang cenderung difungsikan untuk komoditas domestik, seperti angkutan curah non peti kemas meliputi batu bara dan crude palm oil (CPO).

Kondisi itu dinilai kurang efektif bagi pendapatan Jambi. Apalagi jika dipaksakan menggunakan pelabuhan lokal yang belum memiliki jadwal rute langsung, maka akan terjadi risiko penumpukan barang dan pembengkakan biaya penanganan (handling).

Sebagai solusi jangka panjang, menurut dia, sudah saatnya Provinsi Jambi memiliki pelabuhan utama sebagai titik distribusi (outlet) ekspor satu pintu. Pelabuhan Ujung Jabung yang telah dicanangkan sejak 2010 lalu harus dilanjutkan pembangunannya.

Meski Jambi sekarang memiliki Pelabuhan Talang Duku yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, namun cakupannya masih terbatas pada pelabuhan peti kemas untuk komoditas tertentu yang dinilai belum maksimal.

Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang matang dan menyeluruh agar pemerintah pusat maupun swasta bisa berkolaborasi melalui pola pembiayaan kreatif (creative financing), supaya investor tertarik untuk berinvestasi membangun pelabuhan utama di Jambi.

“Kita sebenarnya harus punya pelabuhan utama dan kawasan industri untuk membuat pertumbuhan ekonomi Jambi lebih baik. Harus ada kebijakan menyeluruh dari gubernur, untuk memastikan outlet kita ini dimana, apakah di Sabak, Ujung Jabung, Talang Duku atau Pelabuhan Kuala Tungkal,” sebutnya.

Pos terkait