Rumah dan Ruko di Tanjabbar Terbakar, DPRD Provinsi Jambi Salurkan Bantuan

SEARAH.CO- Musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada, Jumat (1/5/2026) menyebabkan puluhan rumah dan toko ludes terbakar.

Peristiwa kebakaran ini tentunya menyisakan luka yang mendalam bagi warga. Selain menghanguskan rumah, kobaran api juga meluluhlantakkan harta benda milik warga yang selama ini menjadi tempat bergantung hidup.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza turun langsung ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Ia menyebut bahwa musibah kebakaran tersebut bukan hanya meninggalkan kerugian material yang besar. Tetapi juga menimbulkan beban psikologis bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

“Musibah ini tentu sangat memukul masyarakat. Banyak keluarga kehilangan rumah dan harta bendanya. Kita hadir untuk memastikan warga yang terdampak tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” katanya, Minggu (10/5/2026).

Ia menegaskan, penanganan pascakebakaran perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar korban menjadi hal yang paling mendesak, sembari menyiapkan upaya pemulihan bagi warga terdampak.

“Yang utama saat ini bagaimana kebutuhan warga terpenuhi, mulai dari logistik, tempat penampungan sementara, hingga langkah pemulihan ke depan. Gotong royong semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa segera bangkit,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut menunjukkan solidaritas terhadap korban kebakaran di Pasar Teluk Nilau. Diharapkan bantuan yang datang dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi penyemangat bagi korban untuk kembali menata kehidupan mereka.

Faizal menyebut musibah kebakaran tersebut bukan hanya meninggalkan kerugian material yang besar, tetapi juga menimbulkan beban psikologis bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

“Musibah ini tentu sangat memukul masyarakat. Banyak keluarga kehilangan rumah dan harta bendanya. Kita hadir untuk memastikan warga yang terdampak tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” kata dia.

Ia menegaskan, penanganan pascakebakaran perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar korban menjadi hal yang paling mendesak, sembari menyiapkan upaya pemulihan bagi warga terdampak.

“Yang utama saat ini bagaimana kebutuhan warga terpenuhi, mulai dari logistik, tempat penampungan sementara, hingga langkah pemulihan ke depan. Gotong royong semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa segera bangkit,” sebutnya.

Pos terkait