SEARAH.CO — Dj sexy di Caffe Oris, Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Komsat PMII) Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal (UINKA) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menyangkan daerah yang terkenal dengan kereligusan (ke agamanya) dan beradat justru harus tercoreng atas nama hiburan kemana arah BERKAH MADANI.
Ketua Komsat UINKA PMII Tanjabbar, Dito Setya mengatakan dirinya tidak ingin menghambat investasi yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini. Bahkan keberadaan investasi di daerah tentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap investasi yang ada jangan sampai menghilangkan jati diri suatu daerah apalagi seperti Tanjabbar yang dikenal dengan daerah yang memilki religius sangat tinggi jangan sampai kalah dengan investasi yang akan menghilangkan jati diri tersebut.
“Kami sangat mendukung kemajuan daerah, hadirnya tempat usaha baru yang modern, dan tumbuhnya ekonomi masyarakat. Namun kemajuan tidak boleh membuat daerah kita kehilangan jati diri,” katanya, Minggu (14/6/2026).
“Tanjung Jabung Barat bukan sekadar wilayah administratif. Daerah Ini adalah negeri Melayu yang dibangun di atas nilai agama, adat, dan budaya yang diwariskan para pendahulu,” sambungnya.
Bahkan ia menyebutkan Tanjab Barat merupakan daerah dengan tingkat kegiatan ke agamaan paling tinggi baik itu yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren dan Kelompok Majelis hingga kegiatan ke agamaan lainnya.
Ia juga menyebutkan jika kegiatan religi dalam bentuk seni juga kerap diselenggarakan setiap tahunnya bahkan masuk dalam kalender nasional seperti arakan sahur salah satunya kegiatan seni yang bersifat religi.
Kemudian di setiap tahunya ada haul Akbar yang juga masuk dalam kalender kegiatan daerah tentu ini menjadi benteng bagi daerah akan tetapi adanya DJ Sexy di Caffe Oris tentu menjadi nilai yang negatif bagi daerah ini.
“Di daerah ini berdiri banyak pondok pesantren, rutin dilaksanakan haul para ulama setiap tahun nya, dan masyarakat hidup dengan falsafah ‘serengkuh dayung serentak ke tujuan’,”ucapnya
Ia juga memberikan pertanyaan kemana arah pembangunan Tanjabbar ini yang mengusung selogan Berkualitas, Maju, Religius, Kompetitif, Aman, Harmonis, dan Mandiri Berinovasi “BERKAH MADANI”
“Karena itu, ketika muncul hiburan yang dinilai tidak selaras dengan karakter daerah, wajar jika masyarakat bertanya “ke mana arah pembangunan yang sedang kita tuju?’,” tanyanya.
“Kritik ini bukan bentuk penolakan terhadap investasi atau usaha. Kami hanya mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan pelestarian nilai budaya harus berjalan beriringan. Jangan sampai daerah yang dikenal religius dan beradat justru kehilangan identitasnya atas nama hiburan dan modernisasi,” sebutnya.
Ketua Komsat PMII Tanjabbar ini dengan tegas mengatakan jika pembangunan harus selaras dengan kehidupan masyarakat termasuk dengan adat ,budaya serta nilai nilai agama di daerah tersebut.
“Kemajuan yang sejati adalah ketika pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai, adat, dan marwah daerah itu sendiri.” Pungkasnya





