Bantu Tekan Angka Stunting, Mahasiswa UIN STS Jambi Dampingi Pelayanan di Posyandu Kasih Ibu, Desa Senaning

SEARAH.CO – Masalah stunting atau tengkes masih menjadi tantangan mendesak dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai daerah. Merespons persoalan mendasar tersebut, kelompok Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ikut turun langsung mendampingi kegiatan di Posyandu Kasih Ibu, Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.

Kehadiran para mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini melalui berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan kepada masyarakat. Selain membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak, para mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pemenuhan gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan setiap tahap pertumbuhan anak. Edukasi tersebut diberikan secara menyeluruh dan mudah dipahami, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta para orang tua yang memiliki balita.

Dalam pelaksanaan kegiatan rutin di Posyandu kasih ibu, Desa Senaning, mahasiswa UIN turut bekerja sama secara erat dengan para kader kesehatan desa serta petugas dari Puskesmas setempat. Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa dalam membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sekadar membantu dalam urusan administrasi atau pencatatan data, tetapi juga terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pelayanan Posyandu yang berlangsung.

Para mahasiswa ikut membantu mempersiapkan kebutuhan kegiatan sebelum pelayanan dimulai, seperti menata tempat, menyiapkan alat-alat yang diperlukan, serta membantu mengarahkan masyarakat yang datang ke Posyandu. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut mendampingi proses pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga membantu mengarahkan ibu dan balita menuju tahapan pelayanan berikutnya.

Kader Posyandu Desa Senaning menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan, pada tahun 2025 terdapat 2 balita yang mengalami stunting. Alhamdulillah, pada tahun 2026 jumlah tersebut menurun menjadi 1 balita. Penurunan ini merupakan hasil kerja sama antara orang tua, kader Posyandu, bidan desa, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Kami berharap ke depannya tidak ada lagi balita yang mengalami stunting, sehingga seluruh anak dapat tumbuh sehat, memperoleh asupan gizi yang cukup, dan berkembang secara optimal,” ujar salah satu kader Posyandu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, mahasiswa KKN Posko 11 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Posyandu. Kegiatan yang dilakukan meliputi membantu proses penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi atau panjang badan balita agar data pertumbuhan tercatat secara akurat pada Kartu Menuju Sehat (KMS), memberikan penyuluhan kepada para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mendemonstrasikan cara mengolah Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal yang bergizi, terjangkau, dan mudah diperoleh di sekitar Desa Senaning. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Salah satu mahasiswa KKN Posko 11 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dari Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Yuni Angraini, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan Posyandu dan edukasi pencegahan stunting di Desa Senaning menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mahasiswa dapat terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan balita.

“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus ikut berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting. Kami membantu kegiatan Posyandu, memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan balita secara rutin. Berdasarkan informasi dari kader Posyandu, pada tahun 2025 terdapat 2 balita yang mengalami stunting, sedangkan pada tahun 2026 jumlahnya menurun menjadi 1 balita. Kami berharap penurunan ini dapat terus dipertahankan hingga tidak ada lagi kasus stunting di Desa Senaning melalui kerja sama antara masyarakat, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah desa,” ujar Yuni

Menurut Yuni, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya peran edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga belajar bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Kegiatan pendampingan Posyandu yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Posko 11 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Senaning, kader Posyandu, serta masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan semangat baru dalam mendukung berbagai upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan kepada para orang tua balita.

Kepala Desa Senaning mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang tidak hanya menjalankan program kerja KKN, tetapi juga berbaur dengan masyarakat dan ikut memahami permasalahan kesehatan yang dihadapi desa. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin melalui kegiatan Posyandu.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Mahasiswa juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada kecukupan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang bersih, akses air bersih, dan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun untuk mencegah infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, mahasiswa mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang balita sejak dini. Edukasi disampaikan secara interaktif sehingga masyarakat dapat menerima informasi dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pendampingan Posyandu ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga upaya pencegahan stunting di Desa Senaning semakin optimal. Dengan kerja sama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, mahasiswa, dan seluruh masyarakat, Desa Senaning diharapkan mampu menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pos terkait