Residivis 14 Kali Masuk Penjara Ditangkap Curat di Jelutung

SEARAH.CO – Unit Reskrim Polsek Jelutung mengamankan seorang tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang aksinya sempat viral di media sosial.

Tersangka berinisial SY alias YK (38), warga kawasan Terminal Rawasari, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, diamankan jajaran Polsek Jelutung pada Selasa, 1 September 2026.

Kapolsek Jelutung AKP M. Choiril Umam, mengatakan tersangka merupakan residivis kasus curat.

“Unit Reskrim Polsek Jelutung berhasil menangkap pelaku curat yang viral di media sosial. Pelaku YK merupakan residivis curat dan telah 14 kali masuk penjara. Menurut pengakuannya, YK telah melancarkan aksinya di 12 TKP,” ujar Choiril Umam.

Kasus tersebut terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 05.10 WIB. Aksi pencurian diketahui korban berinisial FA (41), warga Jalan H. Adam Malik, Lorong Mayang A. Sari II, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, setelah melihat rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang tidak dikenal masuk ke dalam rumah korban. Keduanya kemudian mengambil sejumlah barang berharga, di antaranya satu unit air softgun merek AW Custom, jam tangan Robot Watch GT 1 yang berada di bawah rak televisi, serta satu unit laptop Asus i5 yang berada di lantai dua rumah korban.

Mengetahui rumahnya telah dibobol, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jelutung untuk dilakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa barang hasil kejahatan tersebut dijual kepada seorang penadah berinisial H. Sebagian hasil penjualan kemudian ditukar dengan narkotika dan sejumlah uang.

Polisi selanjutnya mengamankan H dan menemukan sejumlah barang bukti narkotika berupa 69 butir pil ekstasi, tujuh paket sabu ukuran sedang, serta enam paket sabu ukuran kecil.

Terkait temuan narkotika tersebut, kasusnya kini masih dalam pengembangan Satnarkoba Polresta Jambi.

Atas kasus pencurian tersebut, tersangka YK dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta sejumlah lokasi pencurian yang diakui tersangka.

Pos terkait