Setelah dr Myta Meninggal, RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Diduga Lakukan Intimidasi dan Ancaman ke Dokter Interenship

SEARAH.CO – Setelah dr Myta Meninggal dunia diduga akibat dari sekema kerja yang tidak karuan atau faktor lainnya para dokter Interenship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) diduga mendapatkan Intimidasi atau ancaman.

Akun tiktok dr.Nooralzath mengungkap dalam unggahan pesan WhatsApp tangkapan layar diduga salah satu peserta atau dokter Interenship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Dalam tangkapan layar itu terlihat jelas adanya dugaan Intimidasi hingga menceritakan kondisi sang dokter saat melalui masa kritis dan sebelumnya.

Dalam unggahan di akun tiktok yang sudah dibagikan sebanyak 1036 kali dan dikometari 41 kali dan mendapatkan suka atau like 3609 kali itu mengungkapkan jika dr myta sempat kehilangan kesadaran saat berada di Kuala Tungkal.

“Sempet somnolen (red, penurunan kesadaran ringan hingga sedang) di Tungkal,” tulisnya.

Bahkan saat kejadian ia tidak sadarkan diri tersebut orang tua dr Myta belum berada di Kuala Tungkal. Saat itu yang ada hanyalah rekan-rekan sesama dokter Interenship yang dinas di RSUD KH Daud Arif.

dr.Myta juga sempat dilarikan ke rumah sakit di Jambi. Namun dalam postingan tersebut tidak menjelaskan rumah sakit mana yang merawat dr Myta tersebut.

“Pas ortu nya belum datang disini kami yang jagain dia, saat Dio meracau narik infus ngomong aneh nak di operasi otaknyo, Jambak rambut aku. Nah pas ortunya datang, berangkat mandiri ke jambi,” ujarnya.

” Malam nyo meracau. Pagi nya pas spesialis itu visit bagus, nah tapi dak di observasi 24 jam di balek kan be. Dio dak anggap kami ada, kami sudah cerito Dio meracau. Dibilang ohhhh itu karena demam nya aja, udah sembuh nih,” sambungnya.

Bahkan dia mengaku RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal terkesan tidak memikirkan kondisi dokter Interenship bahkan anti atas kritik yang ada. Bahkan dugaan dokter Interenship mendapatkan perlakuan semena-mena dirumah sakit juga di bahas dalam unggahan tersebut.

“Bener emang, kayak gitu lah, dak memikirkan nyawa. Anti kritik, mau menyusahkan be, kami macem pekerja gratis, Kami jaga, Du tidur, kami pegang samua pasien,” ungkapnya

Bahkan main perintah dan suruh kepada dokter Interenship juga diduga dilakukan oleh dokter atau manageman RSUD KH Daud Arif. Perlakuan semena-mena tersebut terjadi saat mereka menjalani tugas di RSUD KH Daud Arif.

” Dak peduli mereka, iship cuma dianggap tamu, dak ada spesial nya, tapi nyuruh kerja gratis paling lihai,” ujarnya

Bahkan rumah sakit diduga membungkam para dokter Interenship yang berada dirumah sakit mereka dilarang untuk komentar atau memberitahukan kepada pihak luar.

“lyo brengsek semua mereka tuh, Takut viral. Kasus myta ini pun kami suruh bungkam. lyo awalnya kami smyg sehat suruh backup myta jg jadi tambah berat kan, ikut tumbang biso. Tapi kami lawani.” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan Dirut RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala Simatupang, SK.M belum merespon konfirmasi yang dilayangkan searah.co

Pos terkait