SEARAH.CO — Kabar membanggakan datang dari salah seorang alumnus Bujang Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Dr. Turino Adi Irawan, M.Pd., resmi meraih gelar Doktor Kependidikan di Universitas Jambi (Unja), Jumat (16/10/2026).
Pria yang mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD) di Desa Tanjung Benanak dan pernah dipercaya menjadi Bujang (Duta Wisata) Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor yang digelar di Gedung Pascasarjana Unja Kampus Telanaipura, Kota Jambi.
Capaian ini menjadi inspirasi tersendiri, membuktikan bahwa ketekunan belajar anak desa dari Tanjab Barat mampu membawa kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.
Keberhasilan Dr. Turino tak lepas dari rekam jejak keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat di Tanjab Barat. Ayahnya, Asmuni, merupakan pensiunan pegawai Transmigrasi Tanjab Barat, sementara sang ibu, Netty Eryanis, adalah pensiunan guru SD di Merlung yang telah bertahun-tahun mendidik anak-anak di daerah tersebut. Selain itu, sang kakak kini bertugas sebagai ASN di Kantor Camat Muara Papalik.
Mengenang masa kecilnya saat bersekolah dasar di Tanjung Benanak hingga aktif dalam kegiatan pemuda sebagai Bujang Tanjab Barat, Turino mengaku nilai-nilai pengabdian orang tuanya di Merlung menjadi motivasi utamanya untuk terus belajar.
“Saya tumbuh dan menimba ilmu awal dari Desa Tanjung Benanak. Didikan dari Ibu yang seorang guru SD di Merlung serta Ayah dan keluarga yang mengabdi di daerah menjadi fondasi penting bagi saya. Doa orang tua dan keluarga inilah yang menguatkan proses panjang ini,” ungkap Turino.
Sebagai akademisi yang kini menjadi Dosen Tetap di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Dr. Turino merancang sebuah inovasi metode belajar bernama SRPBL (Structured Reflective Problem-Based Learning).
Inovasi ini lahir untuk membantu mahasiswa agar tidak merasa canggung atau kewalahan (cognitive overload) saat memecahkan masalah belajar yang rumit. Melalui pendampingan bertahap, panduan terarah, kerja kelompok yang transparan, serta refleksi berkala, mahasiswa diajak melatih kemampuan berpikir kritis secara lebih ramah dan terstruktur.
Riset yang diuji coba kepada mahasiswa ini menunjukkan hasil yang signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan dapat dibentuk dan dilatih melalui sistem pembelajaran yang tepat.
Ujian Promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si. (Ketua Sidang) dan Prof. Urip Sulistiyo, S.Pd., M.Ed., Ph.D. (Sekretaris Sidang).
Turino menyusun disertasinya di bawah bimbingan tim promotor yakni Prof. Dr. Nazurty, M.Pd. (Promotor), Muhammad Haris Effendi Hsb, S.Pd., M.Si., Ph.D. (Co-Promotor I), dan Dr. Dra. Evita Anggereini, M.Si. (Co-Promotor II).
Sidang terbuka ini turut menghadirkan Penguji Eksternal Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T. (Guru Besar Teknologi Pembelajaran Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta), serta tim penguji internal Unja yaitu Prof. Dr. Drs. Firman, M.Si., Drs. Saharudin, M.Ed., M.App.Sc., Ph.D., dan Endarman Saputra, Ph.D.
Capaian Dr. Turino Adi Irawan, M.Pd. diharapkan dapat menjadi motivasi positif bagi generasi muda di Kabupaten Tanjung Jabung Baratbahwa ketekunan dan pendidikan dapat membuka jalan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.





