SEARAH.CO – Banting Kursi dan lempar palu sidang saat rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tanjabbar.
Selain dana hibah KONI Rp1miliar keributan itu ternyata ada perbuat hibah bermodus pokir.
Para dewan ini ternyata berebut pokok pikiran (pokir) bermodus hibah. Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani politikus PDIP Tanjabbar ini ternyata ngotot soal dana Rp500juta untuk rehab stadion di Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Tanjabbar.
Sementara itu, Moh Syafril Simamora alias Ucok Mora politikus PAN Tanjabbar ini ngotot dana untuk cabag olahraga (Cabor) catur yang dirinya juga menjadi ketua nilainya Rp240juta.
Sementara itu Hasmeli Hasan atau yang kerap di sapa dengan nama Meli sang politikus PDI-P ini juga kekeh alias ngotot dana untuk Cabor Drumband nilainya Rp350 juta.
“Mereka ngotot ini dimasukan dan harus gol,” kata salah satu peserta yang hadir dalam rapat Banggar yang digelar secara tertutup tersebut.
Selain itu ada anggaran untuk KONI Tanjabbar sebesar Rp1miliar yang akan diberikan Disbudparpora Tanjabbar ke instusi olahraga tersebut.
“Ditengah efisiensi ini apalagi APBD-P waktunya pendek masih saja ada itu,” ucapnya.
Interupsi yang dilayangkan sejumlah anggota dewan lainnya itu tidak didengar dalam rapat tersebut. Badahal ada banyak pelayanan publik yang harus dibayar tapi tidak jadi prioritas malah hibah dan perbaiki stadion.
Seringnya di intrupsi, wakil Ketua DPRD Tanjabbar yang juga anggota Banggar Hasan Basri Harahap emosi, palu sidang yang ia gegam itu pun melayang ke anggota dewan yang protes menolak hibah itu.
Tidak hanya palu sidang dari Harahap, tapi Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Ucok Mora juga terpancing emosi ia bahkan disebut-sebut ikut membanting kursi.
Hal serupa juga dilakukan Meli ia disebut-sebut ikut melakukan pelemparan palu sidang juga ke arah anggota dewan yang protes.
Bahkan dalam kesempatan itu ada juga ancaman pembunuhan yakni dengan kalimat “Sayo dak biso belago, tapi cukup dengan 25 juta be tigo hari mati orang,” kata salah satu anggota dewan DPRD Tanjabbar saat kericuhan itu terjadi.
Terkait hal ini, Moh Syafril Simamora alias Ucok di konfirmasi melalui telfon WhatsApp berdalih jika dana catur itu sudah ada di Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dalam rangka Bupati cup nantinya.
“Dak Ado itu, itukan sudah ada di RKA Dispora,” kata Ucok Mora berulang -ulang seolah ingin menyakinkan bahwa dana catur yang jadi salah satu biang keributan Banggar DPRD Tanjabbar itu bukan hibah bermodus pokir.
Sementara itu, Hasmeli Hasan dikonfirmasi ia menyebutkan jika dirinya tengah sibuk ingin membawa sang istri ke pukesmas untuk mendaftar kehamilan. Ia meminta searah.co untuk mengkonfirmasi terkait drumband ke ketua harian Al Muna.
“Abang rencana mau bawa istri ke puskesmas untuk mendaftar kan buku ke kehamilan dan sekalian berobat di puskesmas.” Pungkasnya.
Sementara itu, Hamdani belum merespon konfirmasi searah.co nomor telefon nya hanya berdana “nomor yang anda tuju diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.”





