Memetakan Desa, Mengenal Lebih Dekat: Denah Desa Senaning Menjadi Warisan Karya Mahasiswa KKN UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Oleh: Rustu Suherji (Mahasiswa KKN UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi)

Setiap desa memiliki identitas yang membedakannya dengan desa lain. Identitas tersebut tidak hanya tercermin dari kondisi geografis, adat istiadat, maupun kehidupan sosial masyarakatnya, tetapi juga dari bagaimana informasi mengenai desa dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat maupun para pendatang.

Sayangnya, masih banyak desa yang belum memiliki media informasi visual yang mampu memberikan gambaran utuh mengenai wilayahnya. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menginisiasi pembuatan Denah Desa Senaning sebagai salah satu program kerja yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Program ini lahir dari hasil pengamatan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari. Selama berinteraksi dengan masyarakat, mahasiswa melihat bahwa informasi mengenai letak fasilitas umum, batas wilayah, jalan utama, serta data penting desa belum tersaji dalam satu media yang mudah dipahami. Kondisi tersebut mendorong lahirnya sebuah gagasan untuk menghadirkan denah desa yang tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai media informasi yang mampu memperkenalkan Desa Senaning secara lebih menyeluruh kepada masyarakat maupun tamu yang berkunjung.

Berbekal semangat pengabdian, mahasiswa KKN Kelompok 11 mulai menyusun perencanaan pembuatan denah desa. Kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk mengenali kondisi geografis desa secara langsung. Selanjutnya dilakukan pengumpulan berbagai data yang berkaitan dengan letak fasilitas umum, sarana pendidikan, rumah ibadah, kantor pemerintahan desa, jalan utama, batas wilayah, hingga informasi mengenai perangkat desa. Seluruh data tersebut kemudian diverifikasi kembali agar sesuai dengan kondisi sebenarnya sebelum dituangkan ke dalam desain denah.

Proses penyusunan denah bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan ketelitian, koordinasi yang baik, serta pembagian tugas antar anggota agar setiap informasi yang disajikan benar-benar akurat. Mulai dari tahap pengukuran, penyusunan konsep desain, proses pencetakan, hingga pemasangan rangka dan atap pelindung dilakukan secara bertahap dengan penuh tanggung jawab. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keberhasilan program tersebut.

Denah yang dihasilkan tidak hanya menampilkan jaringan jalan maupun batas wilayah administrasi desa. Lebih dari itu, denah juga memuat berbagai informasi penting yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengenali lokasi fasilitas umum, sarana pendidikan, rumah ibadah, kantor desa, serta titik-titik strategis lainnya. Selain itu, denah turut dilengkapi dengan informasi mengenai perangkat desa dan pihak-pihak yang dapat dihubungi apabila masyarakat maupun pendatang memiliki keperluan tertentu. Kehadiran informasi tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan akses informasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah melalui berbagai tahapan pengerjaan, Denah Desa Senaning akhirnya berhasil diselesaikan dan dipasang pada lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Keberadaannya menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kelompok 11 dalam meninggalkan karya yang tidak hanya bermanfaat selama masa pengabdian berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Denah tersebut diharapkan menjadi media informasi yang mampu membantu siapa pun yang datang ke Desa Senaning untuk mengenal wilayah desa secara lebih mudah, cepat, dan menyeluruh.

Ketua Posko KKN Kelompok 11, Rustu Suherji, menyampaikan bahwa pembuatan denah desa merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penyediaan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Menurutnya, sebuah denah bukan sekadar penunjuk arah, tetapi juga menjadi jembatan bagi masyarakat dan pendatang untuk mengenal lebih dekat karakter serta struktur wilayah Desa Senaning.

“Kami berharap dengan adanya denah Desa Senaning ini, masyarakat maupun pendatang dapat mengenal desa ini lebih jauh. Selain memudahkan dalam mengetahui letak fasilitas dan wilayah desa, denah ini juga memberikan informasi mengenai pihak-pihak yang dapat dihubungi apabila terdapat keperluan tertentu. Harapannya, denah ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi siapa saja yang datang ke Desa Senaning,” ujar Rustu.

Sebagai Ketua Posko, Rustu bersama seluruh anggota KKN Kelompok 11 berkomitmen untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan rasa tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menyukseskan salah satu program kerja yang kini menjadi warisan pengabdian mahasiswa di Desa Senaning.

Pada akhir masa pengabdian, mahasiswa KKN Kelompok 11 secara simbolis menyerahkan denah desa kepada Pemerintah Desa Senaning sebagai bentuk penyerahan hasil program kerja yang telah diselesaikan. Bersamaan dengan itu, mahasiswa juga menyerahkan plakat penghargaan kepada Kepala Desa Senaning sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan, arahan, serta sambutan hangat yang diberikan selama pelaksanaan KKN. Momen tersebut menjadi simbol terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dengan masyarakat, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian kegiatan pengabdian yang penuh makna.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Kepala Desa Senaning, Amarulloh. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN dalam menghadirkan denah desa yang dinilai memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas denah yang telah adik-adik KKN berikan. Semoga denah ini dapat memberikan manfaat bagi Desa Senaning ke depannya dan menjadi sarana yang berguna untuk kemaslahatan bersama,” ungkap Amarulloh.

Harapan yang sama juga tertuju pada keberlanjutan manfaat dari denah tersebut. Selain menjadi media informasi, denah Desa Senaning diharapkan mampu menjadi identitas visual desa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, aparatur desa, instansi, maupun tamu yang datang berkunjung. Dengan tersedianya informasi yang lengkap dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin mengenal wilayahnya sendiri, sementara para pendatang dapat memperoleh gambaran mengenai Desa Senaning tanpa mengalami kesulitan dalam mencari lokasi maupun informasi yang dibutuhkan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 11 ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Sebuah karya sederhana seperti denah desa dapat menjadi bentuk kontribusi yang bernilai apabila dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan. Denah Desa Senaning bukan sekadar penunjuk arah, melainkan simbol kepedulian, dedikasi, dan semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Besar harapan agar karya tersebut dapat terus dimanfaatkan, dirawat, dan menjadi salah satu warisan yang mendukung perkembangan Desa Senaning di masa yang akan datang.

Pos terkait