SEARAH.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok II, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar sosialisasi anti-bullying di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 26, Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Senin (21/7/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN dalam upaya membangun kesadaran anak-anak sejak dini tentang bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam bidang pendidikan karakter selama masa pengabdian di tengah masyarakat desa.
Kegiatan KKN Kelompok 11 di Desa Senaning sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan, dengan berbagai program kerja yang menyasar bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Salah satu fokus utama kelompok ini adalah isu perlindungan anak, mengingat bullying masih menjadi persoalan yang kerap luput dari perhatian di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 11 berinisiatif merancang kegiatan sosialisasi anti-bullying sebagai salah satu bentuk edukasi preventif bagi siswa-siswi SDN 26 Senaning.
Kegiatan ini diisi oleh Hattry Fatimah, mahasiswa KKN Kelompok 11 dari Program Studi Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, yang berasal dari Provinsi Riau. Ia bertindak langsung sebagai pemateri dalam sesi sosialisasi tersebut, didampingi oleh rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 11 lainnya yang turut membantu mempersiapkan dan menjalankan jalannya acara, mulai dari pengaturan tempat, perlengkapan audio visual, hingga pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan Hattry Fatimah sebagai pemateri utama. Meskipun berasal dari bidang keilmuan bahasa dan sastra, Hattry menjelaskan bahwa Program Studi Sastra Arab tidak hanya mempelajari aspek linguistik dan karya sastra semata, tetapi juga mengkaji nilai-nilai kemanusiaan, etika berkomunikasi (adab al-kalām), serta pesan-pesan moral yang terkandung dalam khazanah sastra Arab dan ajaran Islam. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun karakter yang santun, menghargai sesama, dan menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Latar belakang keilmuan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan penyampaian materi anti-bullying, karena tidak sekadar berbicara soal kemampuan berbahasa Arab, melainkan juga menekankan nilai adab, etika berbahasa, akhlak mulia, dan penghormatan terhadap sesama.
Dalam pemaparannya, materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, hingga bullying di dunia maya (cyberbullying), serta ciri-ciri anak yang mengalami tindakan perundungan. Hattry mengaitkan pembahasan mengenai bullying dengan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa tindakan bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, maupun penyebaran berita yang dapat melukai perasaan orang lain. Menurutnya, bentuk-bentuk perundungan seperti ini sering kali dianggap sebagai candaan oleh anak-anak, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban, seperti hilangnya rasa percaya diri, munculnya rasa takut untuk bergaul, menurunnya semangat belajar, hingga gangguan kesehatan mental.
Sebagai mahasiswa Sastra Arab, Hattry juga menanamkan pemahaman bahwa bahasa memiliki kekuatan yang sangat besar. Kata-kata dapat menjadi sarana untuk membangun semangat, memberikan motivasi, dan mempererat persahabatan, tetapi juga dapat menjadi penyebab luka batin apabila digunakan untuk menghina atau merendahkan orang lain. Oleh karena itu, anak-anak diajak untuk membiasakan menggunakan tutur kata yang baik, menghargai perbedaan karakter maupun latar belakang teman, serta menghindari segala bentuk ucapan yang dapat menyakiti orang lain. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa-siswi tingkat sekolah dasar, didukung dengan tampilan layar dan pengeras suara agar seluruh siswa yang hadir dapat menyimak dengan jelas, meski kegiatan dilaksanakan di ruang terbuka.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, Hattry turut memperkenalkan nilai-nilai akhlak yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam dan kajian Sastra Arab, seperti sikap saling menghormati (iḥtirām), kasih sayang (raḥmah), dan toleransi (tasāmuḥ). Nilai-nilai tersebut dijelaskan sebagai fondasi dalam membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Dengan pendekatan yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta, siswa diajak memahami bahwa setiap teman memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima tanpa adanya perlakuan diskriminatif maupun perundungan.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, Hattry juga mengaitkan materi dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang umat manusia saling mengolok-olok, menghina, dan memberikan julukan yang buruk kepada orang lain. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lisan dan menghormati sesama bukan hanya norma sosial, tetapi juga merupakan perintah agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dampak bullying dari sisi psikologis dan sosial, tetapi juga memahami bahwa menghargai sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam.
Untuk menjaga suasana tetap menyenangkan, pemateri juga menyelipkan sesi tanya jawab interaktif dan beberapa kuis ringan seputar materi yang telah disampaikan. Siswa-siswi yang mampu menjawab dengan benar diberikan apresiasi sederhana, yang semakin menambah semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDN 26 Senaning, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, yang duduk lesehan di halaman sekolah mengelilingi area penyampaian materi. Meski dilaksanakan di ruang terbuka dan diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang usia, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak aktif menyimak, merespons pertanyaan yang diajukan pemateri, tertawa lepas saat sesi interaktif, dan mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Para guru pendamping turut menyambut baik kegiatan ini, mengingat materi yang disampaikan dinilai relevan dan dibutuhkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan bermain mereka.
Selain sesi penyampaian materi, kegiatan ini juga diwarnai momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan siswa-siswi SDN 26 Senaning melalui sesi foto bersama, yang menjadi penutup rangkaian acara sekaligus bentuk kedekatan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Momen tersebut diabadikan sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus kenang-kenangan antara mahasiswa KKN dan siswa-siswi sekolah selama masa pengabdian di Desa Senaning.
Melalui program sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 11 berharap dapat menumbuhkan kepedulian dan kesadaran siswa terhadap dampak bullying, baik bagi korban maupun pelaku, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
“Kami berharap adik-adik dapat saling menghargai, berteman tanpa membeda-bedakan, dan berani melapor kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan bullying,” ujar Hattry Fatimah. “Sebagai mahasiswa Program Studi Sastra Arab, saya belajar bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk menyampaikan kebaikan dan menjaga perasaan orang lain. Karena itu, saya ingin mengajak adik-adik untuk membiasakan berkata baik, saling menghargai, dan tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun,” tambahnya.
Melalui perpaduan antara ilmu pengetahuan, pendidikan karakter, dan nilai-nilai yang dipelajari dalam Program Studi Sastra Arab, Hattry berharap sosialisasi ini mampu menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa setiap perkataan dan perbuatan memiliki konsekuensi terhadap orang lain. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang santun dalam bertutur kata, berani menolak segala bentuk bullying, serta membangun budaya saling menghormati dan saling mendukung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang setiap anak.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN STS Jambi dalam mendukung pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini turut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Putri Ayu Lestari, S.Pd., S.Hum., yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan bagi mahasiswa dalam menjalankan setiap program kerja selama masa KKN berlangsung.
Ke depannya, mahasiswa KKN Kelompok 11 berharap kegiatan-kegiatan edukatif serupa dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah maupun masyarakat setempat, sehingga upaya pencegahan bullying tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja, melainkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang berkelanjutan demi terciptanya generasi muda Desa Senaning yang lebih peduli, berani, dan saling menghargai satu sama lain.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini juga menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja administratif semata, tetapi juga berupaya memberikan dampak yang berarti bagi tumbuh kembang anak-anak di desa tempat mereka mengabdi. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Senaning dinilai menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, mengingat dukungan penuh dari kepala sekolah dan dewan guru turut memudahkan mahasiswa dalam menyelenggarakan sosialisasi secara lancar dan tertib.
Dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi anti-bullying ini, mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN STS Jambi berharap semangat kepedulian yang telah ditanamkan kepada siswa-siswi SDN 26 Senaning dapat terus tumbuh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, sehingga tercipta generasi penerus yang lebih ramah, peduli, dan bebas dari tindakan perundungan.
Hattry Fatimah, Mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN STS Jambi, Prodi Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN dalam upaya membangun kesadaran anak-anak sejak dini tentang bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam bidang pendidikan karakter selama masa pengabdian di tengah masyarakat desa.
“Kegiatan KKN Kelompok 11 di Desa Senaning sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan, dengan berbagai program kerja yang menyasar bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Salah satu fokus utama kelompok ini adalah isu perlindungan anak, mengingat bullying masih menjadi persoalan yang kerap luput dari perhatian di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan,” katanya.
Ia menyebutkan kegiatan ini berangkat dari kepedulian mahasiswa KKN Kelompok 11 berinisiatif merancang kegiatan sosialisasi anti-bullying sebagai salah satu bentuk edukasi preventif bagi siswa-siswi SDN 26 Senaning.
Dirinya langsung sebagai pemateri dalam sesi sosialisasi tersebut, didampingi oleh rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 11 lainnya yang turut membantu mempersiapkan dan menjalankan jalannya acara, mulai dari pengaturan tempat, perlengkapan audio visual, hingga pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.
“Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan Hattry Fatimah sebagai pemateri utama. Meskipun berasal dari bidang keilmuan bahasa dan sastra, Hattry menjelaskan bahwa Program Studi Sastra Arab tidak hanya mempelajari aspek linguistik dan karya sastra semata, tetapi juga mengkaji nilai-nilai kemanusiaan, etika berkomunikasi (adab al-kalām), serta pesan-pesan moral yang terkandung dalam khazanah sastra Arab dan ajaran Islam,” ujarnya
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun karakter yang santun, menghargai sesama, dan menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Latar belakang keilmuan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan penyampaian materi anti-bullying, karena tidak sekadar berbicara soal kemampuan berbahasa Arab, melainkan juga menekankan nilai adab, etika berbahasa, akhlak mulia, dan penghormatan terhadap sesama.
Dalam pemaparannya, materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, hingga bullying di dunia maya (cyberbullying), serta ciri-ciri anak yang mengalami tindakan perundungan.
Hattry mengaitkan pembahasan mengenai bullying dengan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa tindakan bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, maupun penyebaran berita yang dapat melukai perasaan orang lain. Menurutnya, bentuk-bentuk perundungan seperti ini sering kali dianggap sebagai candaan oleh anak-anak, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban, seperti hilangnya rasa percaya diri, munculnya rasa takut untuk bergaul, menurunnya semangat belajar, hingga gangguan kesehatan mental.
Sebagai mahasiswa Sastra Arab, Hattry juga menanamkan pemahaman bahwa bahasa memiliki kekuatan yang sangat besar. Kata-kata dapat menjadi sarana untuk membangun semangat, memberikan motivasi, dan mempererat persahabatan, tetapi juga dapat menjadi penyebab luka batin apabila digunakan untuk menghina atau merendahkan orang lain.
“Oleh karena itu, anak-anak diajak untuk membiasakan menggunakan tutur kata yang baik, menghargai perbedaan karakter maupun latar belakang teman, serta menghindari segala bentuk ucapan yang dapat menyakiti orang lain,” ungkapnya
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa-siswi tingkat sekolah dasar, didukung dengan tampilan layar dan pengeras suara agar seluruh siswa yang hadir dapat menyimak dengan jelas, meski kegiatan dilaksanakan di ruang terbuka.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, Hattry turut memperkenalkan nilai-nilai akhlak yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam dan kajian Sastra Arab, seperti sikap saling menghormati (iḥtirām), kasih sayang (raḥmah), dan toleransi (tasāmuḥ). Nilai-nilai tersebut dijelaskan sebagai fondasi dalam membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Dengan pendekatan yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta, siswa diajak memahami bahwa setiap teman memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima tanpa adanya perlakuan diskriminatif maupun perundungan.
“Untuk memperkuat pemahaman siswa, Hattry juga mengaitkan materi dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang umat manusia saling mengolok-olok, menghina, dan memberikan julukan yang buruk kepada orang lain. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lisan dan menghormati sesama bukan hanya norma sosial, tetapi juga merupakan perintah agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dampak bullying dari sisi psikologis dan sosial, tetapi juga memahami bahwa menghargai sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam.
” Untuk menjaga suasana tetap menyenangkan, pemateri juga menyelipkan sesi tanya jawab interaktif dan beberapa kuis ringan seputar materi yang telah disampaikan. Siswa-siswi yang mampu menjawab dengan benar diberikan apresiasi sederhana, yang semakin menambah semangat dan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan hingga selesai,” bebernya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDN 26 Senaning, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, yang duduk lesehan di halaman sekolah mengelilingi area penyampaian materi. Meski dilaksanakan di ruang terbuka dan diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang usia, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak aktif menyimak, merespons pertanyaan yang diajukan pemateri, tertawa lepas saat sesi interaktif, dan mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Para guru pendamping turut menyambut baik kegiatan ini, mengingat materi yang disampaikan dinilai relevan dan dibutuhkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di lingkungan bermain mereka.
Selain sesi penyampaian materi, kegiatan ini juga diwarnai momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan siswa-siswi SDN 26 Senaning melalui sesi foto bersama, yang menjadi penutup rangkaian acara sekaligus bentuk kedekatan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Momen tersebut diabadikan sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus kenang-kenangan antara mahasiswa KKN dan siswa-siswi sekolah selama masa pengabdian di Desa Senaning.
Melalui program sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 11 berharap dapat menumbuhkan kepedulian dan kesadaran siswa terhadap dampak bullying, baik bagi korban maupun pelaku, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
“Kami berharap adik-adik dapat saling menghargai, berteman tanpa membeda-bedakan, dan berani melapor kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan bullying,” ujar Hattry Fatimah.
“Sebagai mahasiswa Program Studi Sastra Arab, saya belajar bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk menyampaikan kebaikan dan menjaga perasaan orang lain. Karena itu, saya ingin mengajak adik-adik untuk membiasakan berkata baik, saling menghargai, dan tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun,” tambahnya.
Melalui perpaduan antara ilmu pengetahuan, pendidikan karakter, dan nilai-nilai yang dipelajari dalam Program Studi Sastra Arab, Hattry berharap sosialisasi ini mampu menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa setiap perkataan dan perbuatan memiliki konsekuensi terhadap orang lain. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang santun dalam bertutur kata, berani menolak segala bentuk bullying, serta membangun budaya saling menghormati dan saling mendukung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang setiap anak.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN STS Jambi dalam mendukung pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini turut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Putri Ayu Lestari, S.Pd., S.Hum., yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan bagi mahasiswa dalam menjalankan setiap program kerja selama masa KKN berlangsung.
Ke depannya, mahasiswa KKN Kelompok 11 berharap kegiatan-kegiatan edukatif serupa dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah maupun masyarakat setempat, sehingga upaya pencegahan bullying tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja, melainkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah yang berkelanjutan demi terciptanya generasi muda Desa Senaning yang lebih peduli, berani, dan saling menghargai satu sama lain.





