SEARAH.CO – Asap pembakaran tempurung yang terjadi di Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam tersebut mengancam kesehatan balita hingga orang dewasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) didesak bertindak jangan tutup mata.
Aktivitas pembakaran tempurung kelapa yang diduga dilakukan di sekitar permukiman warga Desa Kemuning, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai keluhan masyarakat.
Asap pekat yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut disebut mengganggu kenyamanan dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.
Sejumlah warga mengaku mulai merasakan sesak napas sejak aktivitas pembakaran berlangsung. Bahkan, mereka menyebut terdapat sekitar puluhan tungku pembakaran yang beroperasi, terutama pada malam hari.
“Sejak ada aktivitas pembakaran tempurung ini, napas jadi sesak. Asapnya masuk ke dalam rumah, baunya juga menyengat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurutnya, pembakaran yang dilakukan pada malam hari membuat asap sulit dihindari karena menyelimuti kawasan permukiman saat masyarakat sedang beristirahat. Kondisi itu dinilai semakin mengkhawatirkan bagi keluarga yang memiliki anak-anak dan lanjut usia.
“Kami punya anak kecil. Tentu kami khawatir karena asap seperti ini bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya.
Warga juga menyebut lokasi pembakaran kerap berpindah-pindah, namun tetap berada di sekitar kawasan permukiman. Akibatnya, gangguan asap terus dirasakan dan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan serta memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar aktivitas pembakaran tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.
“Kami bukan melarang mereka bekerja atau membakar tempurung. Yang kami harapkan, ada pengaturan lokasi dan waktu yang tepat sehingga tidak merugikan masyarakat, kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar,” ucapnya
Ia meminta kepada Pemkab Tanjabbar bertindak agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan.
“Kami berharap pemerintah bertindak, kalau tidak bisa kami akan lakukan tindakan sendiri sengsara kami dibuat ini.” Pungkasnya.





