Dikawal Ketat, 1.555 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Jambi Dipindahkan ke Lapas Baru

SEARAH.CO- Seluruh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi dipindahkan ke Lapas di Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

Perpindahan ini menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah pemasyarakatan di Provinsi Jambi, sekaligus menandai dimulainya operasional hunian baru yang lebih luas dan representatif.

Dengan tangan diborgol dan pengawalan ketat, warga binaan Lapas Kelas IIA Jambi menaiki bus untuk dipindahkan ke lapas baru yang ada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali mengatakan, jumlah penghuni lapas saat ini mencapai 1.555 warga binaan. Kondisi ini membuat tingkat hunian mengalami kelebihan kapasitas hingga sekitar 80 persen dari daya tampung ideal.

“Perpindahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan kesehatan dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi warga binaan. Di lokasi baru fasilitas jauh lebih luas dan mendukung proses pembinaan yang lebih optimal,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, proses perpindahan warga binaan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter. Pada kloter pertama, ada 499 warga binaan yang masuk kategori maksimum security dipindahkan lebih dulu ke Bukit Baling.

“Mereka merupakan warga binaan yang masuk dalam perhitungan maksimum security. Untuk kloter berikutnya akan menyusul warga binaan lainnya secara bertahap sesuai klasifikasi dan pengamanan yang telah ditetapkan,” katanya.

Pemindahan tidak hanya menyangkut warga binaan, tetapi juga seluruh sarana pendukung kehidupan di dalam lapas. Pada tahap berikutnya akan dilakukan pengangkutan perlengkapan, peralatan hingga kasur-kasur hunian.

Sementara untuk warga binaan yang berada di blok medium security akan ditempatkan pada dua blok khusus yang tetap disiapkan. Sedangkan narapidana tindak pidana korupsi dijadwalkan menjadi kelompok terakhir yang dipindahkan, bersama warga binaan yang masih menjalani perawatan di klinik lapas.

“Kita lakukan secara bertahap dan terukur, yang sakit di klinik menjadi prioritas terakhir setelah kondisi memungkinkan. Begitu juga warga binaan tipikor yang akan dipindahkan pada tahap terakhir,” sebutnya.

Pos terkait