SEARAH.CO- Sekolah Rakyat merupakan program di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dirancang sebagai upaya memotong rantai kemiskinan. Sejak tahun lalu, Sekolah Rakyat telah beroperasi diberbagai titik daerah di Indonesia.
Program Sekolah Rakyat hingga saat ini telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan fasilitas sementara, termasuk di Provinsi Jambi yang menggunakan sentra milik Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai lokasi operasional.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan, atas arahan Presiden Prabowo saat ini pemerintahan tengah membangun lebih dari 100 Sekolah Rakyat permanen yang nantinya mampu menampung ribuan siswa dari berbagai daerah.
“Atas arahan presiden, lebih dari 100 titik Sekolah Rakyat permanen sedang dibangun dan akan menampung lebih dari 1000 siswa,” katanya saat kunjungan kerja (kunker) ke Sentra Alyatama Jambi, Jumat (5/6/2026).
Menurut Menteri Sosial (Mensos), Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal. Tapi juga pembinaan karakter secara menyeluruh selama 24 jam melalui sistem berasrama.
Fasilitas pendidikan, pengasuhan hingga kebutuhan dasar siswa disiapkan untuk mendukung proses belajar pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Sekolah Rakyat dibimbing selama 24 jam disertai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran bagi siswa,” ujarnya.
Dalam hal ini, Mensos pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yang dinilai aktif mendukung program ini melalui kolaborasi yang erat dengan kementerian dan berbagai lembaga terkait.
“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak gubernur yang sudah berkolaborasi dan kerjasama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat dengan kementerian dan lembaga,” jelasnya.
Sementara, Gubernur Jambi Al Haris menilai program ini menjadi langkah nyata pemerintahan dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini terkendala faktor ekonomi.
“Kami berterimakasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat. Tugas kami memastikan semua daerah dibangun Sekolah Rakyat, dengan meminta bupati atau walikota menyiapkan lahan yang tidak ada masalah hukumnya yang diajukan ke kementerian,” kata Al Haris.
Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat sedang berlangsung di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain itu, ada enam lokasi masih dalam tahap pengajuan dan persiapan, terdiri dari dua lokasi yang berada dibawah Pemprov Jambi serta empat lokasi di Tebo, Bungo, Merangin dan Sarolangun.
Menurut oang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut, program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo ini menjadi harapan baru bagi ribuan anak yang berpotensi kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
“Pak presiden membuka peluang untuk anak-anak kita, berapa banyak anak-anak yang tidak bersekolah. Banyak sekali gejala yang muncul akibat tidak mampu,” sebutnya.





