Tak Hanya Masalah Banjir, Netizen Bongkar Bobroknya Mes Tanjabbar di Kota Jambi Sebut Warga ‘Tanjabbar’ Susah Mau Nginap

SEARAH.CO — Tidak hanya persoalan masalah banjir di lantai dua pada 18 Desember 2025 lalu akhirnya netizen membongkar bobroknya mes milik Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) di Kota Jambi tersebut.

“Permasalahan mess Tanjab Barat itu bukan masalah banjir saja. Masalah nya kenapa Setiap Masyarakat Tanjab Barat mau nginap di mess itu selalu penuh terus dan selalu di isi oleh orang dari luar Tanjab Barat,” tulis akun Facebook @lavenderPear289 yang mengomentari tautan searah.co di grup Facebook Pencerahan Tanjung Jabung Barat.

Apa yang disampaikan, @LavenderPear289 tersebut dibenarkan juga oleh akun @Ewin Lajonk menurutnya dirinya pernah mengalami hal serupa saat ingin menginap di mes milik Pemkab Tanjabbar itu malah mes penuh dan diketahui isinya bukan warga Tanjabbar.

“Betul sekali orang Tanjab barat kalau nginap di sana selalu penuh kamar nya…sudah di isi orang lain…yang bukan orang Tanjab barat,” tulisnya dikolom komentar.

Selain itu, @Ajun Abdilah juga membalas komentar yang sama dengan apa yang disampaikan akun @LavenderPear289. Ia mengatakan dirinya juga mengalami hal yang sama badahal ia juga sudah reservasi kamar.

“Terimakasih sudah mewakili. Pernah 2 minggu sebelum keberangkatan saya reservasi jawabnya tetap penuh.” Ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh akun @Yoyon PN ia mengaku saat akan ujian bersama dengan rombongan dari Tanjabbar ingin menginap di mess milik Pemkab Tanjabbar tersebut malah disebut penuh. Akhirnya ia menginap dirumah teman.

” Iyo betul dulu kami pernah serombongan nak ujian nak nginap di mess itu dak bise lagi pakse nginap rumah kawan make ruang tamu.” Tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir itu terjadi Kamis 18 Desember 2025 itu sangat aneh, pasalnya banjir hanya terjadi di lantai dua. Memang, saat malamnya hujan gerimis tapi yang menjadi pertanyaan kenapa hanya satu ruangan dari beberapa ruangan kamar yang ada yang mengalami banjir.

Banjir sedalam mata kaki orang dewasa tersebut membuat para pengguna ruangan harus mengepel dan mengeringkan. Mess yang dibangun dengan anggaran miliaran itu sepertinya terbengkalai dan tidak terurus.

Terkait hal itu, Kabag Umum Setda Tanjabbar Dartono sempat memberikan pernyataan di Masjid Al Anwar sesuai sholat Zuhur, namun ia tidak ingin dikutip atas pertanyaan tersebut. Ia terkesan ada yang ia ditutupi

 

 

Pos terkait