Respon Keluhan Warga Soal PDAM Tirta Muaro Jambi, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Ivan Wirata

SEARAH.CO- Warga RT 28 dan RT 30 Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi menyesalkan air PDAM yang sering mati bahkan kotor dan mengeluarkan bau serta berminyak.

Dalam hal ini, DPRD Provinsi Jambi meminta kepada pihak PDAM Tirta Muaro Jambi turun langsung ke lapangan untuk melihat apa yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Staf-stafnya itu harusnya diberikan tugas untuk turun langsung ke lokasi, cek langsung ke rumah masyarakat, lihat apa yang sedang dihadapi,” ujar Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata, Rabu (29/4/2026).

Ia juga mendorong kepada pihak PDAM untuk transparansi dan meminta untuk membuka data air secara transparan. Ia pun meminta apabila terjadi kerusakan ataupun kendala teknis, untuk segera disampaikan kepada masyarakat.

“Kalau ada kerusakan pipa atau kendala teknis sampaikan kepada masyarakat, jangan berikan harapan palsu yang menyebut air normal dan faktanya tidak mengalir,,” jelasnya.

Ia juga sangat menyayangkan pernyataan Plt Direktur PDAM yang mengklaim bahwa distribusi air disebut normal. Namun, pada kenyataannya masyarakat masih mengeluh soal polemik air.

“Itu sangat disesalkan, dia mengklaim distribusi air sudah normal. Sementara masyarakat disana masih menjerit karena air mati total dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi untuk menambah kapasitas intake PDAM Tirta Muaro Jambi. Agar permasalahan yang dihadapi selama ini dapat teratasi.

“Bapak bupati, secara kolaborasi lah supaya intake kalau bisa di tambah kapasitasnya. Itu harga mati. Kalau tidak, pengaduan masyarakat terus bergulir,” sebutnya.

Menurutnya, kondisi intake PDAM Tirta Muaro Jambi kapasitasnya hanya 100 liter perdetik. Apabila tidak ditambah dengan kapasitas 100 liter perdetik termasuk instalasi pengolahan limbah dan sambungan dari pipa ke sambungan rumah, maka kondisi air akan terus seperti itu.

“Itukan cuma mampu untuk 8000, 100 liter perdetik itukan 8000. Sedangkan disitu hampir 16 ribu. Artinya kalau tidak kapasitasnya tidak ditambah 100 liter lagi, kondisi air akan seperti itu terus,” ungkapnya.

Pos terkait