SEARAH.CO — Unit Reserse Kriminal Polsek Tungkal Ulu menahan Komandan Regu (Dandru) PT PT. Bara Prima Pratama (BPP) empat orang tersangka lainnya dalam kasus penganiayaan lansia dan anaknya.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy Trias Kumoro membenarkan pihaknya telah menahan lima orang tersangka. Kelima itu salah satunya diduga Dandru PT BPP.
“Lima tersangka YD, PN, AS, RZ, dan MZB,” katanya, Rabu (10/12/2025).
Saat ini kelimanya sudah diamankan di Mapolsek Tungkal Ulu dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah naik sidik, 5 orang ini,” ucapnya.
Kasus ini terjadi di Desa Pematang Tembesu, Kecamatan Tungkal Ulu. Akibat kejadian ini, Selamat dan kedua anaknya mengalami luka-luka di bagian wajah.
Akibatnya, Selamat yang sempat tidak sadarkan diri akibat kejadian tersebut, bersama kedua anaknya dilarikan ke Klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Insiden bermula ketika Selamat hendak mengambil buah sawit di kebun nya, hasil panen pada Senin (8/12) siang. Menurut keterangan, Sebelum hari itu Selamat telah meminta izin kepada manajer perusahaan, Hendra, untuk mengangkut sawit setelah proses panen nantinya.
“Sebelum hari panen bapak saya sudah minta izin ke Pak Hendra, dan diizinkan,” ujar JM, menantu korban yang juga Ketua Karang Taruna setempat, pada Selasa (9/12/2025).
JM menjelaskan, sekitar pukul 18.15 WIB, pekerja pengangkut sawit dari pengepul kembali dengan mobil kosong. Mereka mengatakan bahwa sawit tidak bisa diangkut karena pihak PT BPP melarang melintas pada malam hari. Merasa heran, Selamat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan klarifikasi.
“Tidak lama bapak di lokasi, sambil berbicara dengan petugas jaga, tiba-tiba datang Danru Security bernama Yordan bersama empat orang. Ia bertanya, ‘Siapa yang tidak senang sama saya?’, bertanya seperti itu sambil memegang senjata tajam. Lantas Bapak saya menjawab, ‘Saya.’ Di situlah terjadi pemukulan oleh Yordan terhadap bapak saya” ungkap JM
Selain Selamat, dua iparnya juga menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka-luka di bagian wajah. Istri JM yang berada di lokasi juga tidak luput dari ancaman Yordan.
“Dia mengancam istri saya sambil memegang samurai, katanya, ‘Jangan ikut campur, aku bunuh kau nanti’,” ancam JM





