SEARAH.CO — Periksa wall climbing atau panjat dinding yang berada di Area Sport Center, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) senilai Rp3miliar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diduga berang fiber hingga baut tidak sesuai standar Cabang Olahraga Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Proyek yang dikerjakan CV Lisa Mulia Abadi perusahaan yang berdomisli di Vila Nusa Permata, Blok D, Nomor 12, RT 30, Pall Lima Kota Baru diproyeksikan untuk kegiatan pekan olahraga Provinsi Jambi 2027 mendatang untuk cabor panjat tebing.
Sumber searah.co menyebutkan BPK melakukan pemeriksaan pada Bulan Ramadhan 2026 lalu pada proyek APBD 2026 senilai Rp3miliar. Dalam pemeriksaan itu sumber tersebut mengatakan jika BPK berang atas proyek yang diduga tidak sesuai standar FPTI.
“Sampai sekarang belum bisa digunakan kegiatan olahraga panjat tebing itu,” katanya, Minggu (5/4/2026).
Informasinya kata sumber searah.co tempat tersebut belum bisa digunakan diduga karena tidak sesuai standar Cabang Olahraga Panjat Tebing. Tapi dinding dari panjat tebing tersebut diduga cukup membahayakan para atlet panjat tebing.
“Panel fiberglass yang terpasang belum memenuhi standar teknis. Dinding panjat seharusnya memiliki tekstur anti slip, serta kuat menahan baut dan beban pemanjat,” ucapnya.
Sejumlah temuan menyebutkan sejumlah kesalahan terjadi pada pembangunan proyek yang tidak dikerjakan pada pihak profesional yang kerap mengerjakan proyek untuk panjat tebing.
“Fakta di lapangan ditemukan, Poin/hold belum bisa dipasang, Baut tidak masuk ke lubang panel dan Permukaan panel terlalu kasar dan tajam,” ucapnya.
Selain poin tersebut informasi BPK juga mengendus adanya dinding fibernya tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan untuk kegiatan olahraga bidang ini.
“Dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan pemanjat. Melihat kondisi tersebut dipastikan arena panjat tebing ini belum bisa digunakan,” ucapnya.
Terkait hal ini, Kadis PUPR Tanjabbar Apri Dasman belum merespon konfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait pemeriksaan BPK.
Sementara itu Konsultan Pengawas dan Pihak Kontraktor belum dikonfirmasi. Searah.co masih mencari akses konfirmasi.




