SEARAH.CO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadwalkan akan memanggil manajemen Bank Jambi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, pada Senin (2/3/2026).
Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan langsung terkait persoalan layanan dan transaksi nasabah yang belakangan menjadi sorotan.
Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah mengatakan, pemanggilan itu juga mempertimbangkan batas waktu pengembalian yang yang sebelumnya telah disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jambi.
“Rencana hari Senin pagi mengundang mereka untuk sama-sama mendengar. Karena mengingat hari Senin itu kemungkinan sudah tujuh hari kerja, sesuai apa yang disampaikan maksimal 10 hari kerja akan dikembalikan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
DPRD akan mendorong agar komitmen tersebut benar-benar dilaksanakan demi menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, Bank Jambi merupakan kebanggaan daerah yang harus tetap dijaga reputasi dan kredibilitasnya.
“Kita ingin statement itu dilaksanakan dengan baik, karena kita ingin kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Bank Jambi inikan kebanggaan kita sebenarnya,” katanya.
Selain pengembalian dana, DPRD juga meminta agar layanan perbankan seperti ATM dan Mobile Banking segera kembali normal. Ini dinilai penting mengingat banyak ASN dan tenaga honorer yang menggantungkan transaksi keuangannya pada Bank Jambi.
“Kita harap beberapa layanan dapat segera dinormalkan. Karena mayoritas ASN dan honorer menyimpan uangnya di Bank Jambi dan tentu sangat membutuhkan untuk bertransaksi,” jelasnya.
Terkait adanya transaksi yang disebut anomali, DPRD meminta agar seluruh uang nasabah yang terdampak dapat segera dikembalikan tanpa kendala.
Sementara, saat ditanya apakah kemungkinan mengevaluasi terhadap jajaran Direksi Bank Jambi, kata M Hafiz, DPRD Provinsi Jambi akan melihat hasil rapat terlebih dahulu.
“Karena selama ini masih rumor-rumor, kita perlu tahu langsung sebenarnya kesalahannya dimana. Apakah di pihak ketiga yang bekerja sama atau ada kelemahan di server. Kalau memang ada kelemahan di server, tentu kita minta untuk dievaluasi dan ditingkatkan,” sebutnya.





