Ikuti Panen Raya Serentak Se Indoneia, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal Panen Ikan Patin dan Nila 300 Kg

SEARAH.CO — Ikuti panen raya serentak seluruh Indonesia Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) panen ikan patin dan nila 300 kg, Kamis (13/1/2026).

Panen raya secara serentak ini dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan monumental yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon ini secara resmi dibuka dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Impas RI) Agus Andrianto, secara virtual yang menghubungkan berbagai lapas di seluruh Indonesia.

Dari balik dinding pemasyarakatan di Kuala Tungkal, semangat itu dirasakan nyata. Di bawah komando langsung Kepala Lapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, seluruh jajaran dan warga binaan menyaksikan pidato Menteri Impas sebagai pembuka acara, merasakan kebanggaan menjadi bagian dari gerakan nasional yang lebih besar.

Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pengakuan atas kerja keras dan kontribusi nyata lapas dalam lumbung pangan negara, sekaligus wujud nyata dari program pembinaan yang memberdayakan dan memiliki nilai ekonomi.

Kalapas Kelas II B Kuala Tungkal, Iwan Darmawan mengatakan dalam panen raya ini keberhasilan memanen ikan patin dan ikan nila hasil budidaya kolam air tawar di lingkungan lapas dengan total mencapai 300 kg.

Iwan menegaskan Ikan-ikan yang sehat dan berkualitas tersebut merupakan buah ketekunan para warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan perikanan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa lapas bukan hanya tempat mendidik, tetapi juga tempat menghasilkan. Kemandirian pangan di lingkungan lapas sangat kita dukung, karena melatih keterampilan hidup warga binaan yang sangat berguna setelah mereka kembali ke masyarakat,” kata Kalapas Kelas II B Kuala Tungkal Kalapas Iwan Darmawan didampingi Kasi Binadik dan Giatja, Ali Sodikin

Hasil panen yang melimpah ini memiliki nilai strategis ganda yakni secara ekonomi akan dijual kepada penyedia Bahan Makanan (BAMA) lapas dan secara internal akan diolah kembali di dapur lapas untuk meningkatkan gizi dan variasi menu bagi seluruh warga binaan, menciptakan sebuah siklus pemberdayaan yang berkelanjutan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi para petugas dan antusiasme warga binaan. Ali Sodikin, selaku penanggung jawab program pembinaan, menekankan aspek transformatif dari kegiatan ini.

“Program budidaya ikan ini adalah bagian dari pembinaan kemandirian dan kepribadian. Di sini mereka belajar tentang tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan melihat langsung hasil dari kesabaran mereka. Ini adalah pelatihan soft skill yang tak ternilai,” ujarnya.

Sentuhan personal dan rasa bangga terpancar dari salah seorang warga binaan yang secara aktif terlibat dalam perawatan ikan sejak bibit. Dengan wajah berbinar, D berbagi.

“Setiap hari saya rawat, kasih makan dan menjaga kebersihan kolam. Melihat ikan-ikan ini tumbuh besar dan sekarang bisa dipanen untuk kebutuhan bersama, rasanya sangat membanggakan. Saya jadi punya harapan dan merasa masih bisa berkarya dan bermanfaat, bahkan di sini. Ilmu ini nanti mau saya tekuni saat bebas.” ucapnya.

Melalui panen raya ini, Lapas Kuala Tungkal tidak hanya menyumbang angka bagi ketahanan pangan, tetapi lebih jauh, telah menuai harapan dan menanamkan benih kemandirian di hati warga binaannya, membuktikan bahwa lahan produktif untuk masa depan yang lebih baik dapat tumbuh di mana saja, termasuk di dalam kompleks pemasyarakatan.

Pos terkait