Air Mati Saat Idul Fitri, Masyarakat Kecam Dirut PDAM Tanjabbar Desak Bupati Lakukan Evaluasi

SEARAH.CO — Air mati saat Idul Fitri 1447 H/2026 M masyarakat mengecam Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mendesak bupati Anwar Sadat untuk melakukan evaluasi.

Warga Pinang Merah, Kelurahan Sungainibung, Kecamatan Tungkal Ilir Amirullah air yang seharusnya hidup pada aaat lebaran dimana air sangat dibutuhkan oleh masyarakat akan tetapi di saat hari penting malah tidak mengalir. Ia meminta kepada Bupati Tanjabbar Anwar Sadat untuk mengevaluasi kinerja Dirut PDAM Tirta Pengabuan.

“Daris sehari sebelum lebaran sudah mati. Kita butuh air karena kita masak-masak menyambut lebaran. Pas lebaran nian juga tetap mati,” katanya.

Ia menyebutkan beruntun saja kata dia ada hujan sehingga kebutuhan mandi dan kebutuhan lainnya bisa terpenuhi. Termasuk mandi saat akan sholat Idul Fitri.

“Kalau ga ada hujan payah kami, untung hari itu malam lebaran ada hujan mending lah terbantu ngadalkan PDAM mati dak jelas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pembayaran tetap tidak pernah turun dan tidak boleh telat akan tetapi air mati penanganan lambat hanya mengandalkan pengumuman seakan berlindung dibalik pengumuman air mati.

Amir menegaskan harusnya ada kompensasi kepada konsumen atas air yang mati tersebut. Sebab konsumen harus beli air diluar PDAM untuk mengatasi air yang mati.

“Kita ini konsumen kita ini kalau begini rugi, kita beli 1 tedmon itu sudah 35 ribu kita juga bayar PDAM tidak ada kompensasi apapun pila mereka seenak perutnya sendiri hanya bilang sudah di umumkan,” ucapnya.

Sementara itu, Yudi warga Tungkal Ilir juga meminta bupati pecat Dirut PDAM Tirta Pengabuan karna tidak jelas kerap mati. Bahkan dihari penting seperti ini.

“Lah bulan puaso kemarin jugo mati cukup lamo, ini mati jugo. Pecat Bae pak bupati orang dak biso gini,” ungkapnya

Sementara itu, Netizen di media sosial Facebook grup pencerahan Tanjung Jabung Barat New akun @Muhamad Faqih Al-Muqalam mengatakan Dirut PDAM Tanjabbar tersebut tidak kompeten bahkan ia menyebutkan jika Dirut orang yang tidak faham dengan persoalan air. Ia menduga Dirut merupakan orang titipan namun ia tidak menjelaskan titipan siapanya.

“Tak punya kompetensi teknis di pilih ya hasil nya begini.rekruitmen nya berdasar hanya koneksi bukan skill teknis operasional apalagi manajemen perusahaan,” tulisnya.

Sedangkan akun Facebook @Niqno Syam menyebutkan pelayanan PDAM Tirta Pengabuan semakin parah kepada konsumen nya. Namun sayang ia tidak menyebutkan secara rinci ia hanya menyebutkan kondisi saat ini semakin para.
“Maken parah je, d saat masyarakat membutuhkan,” ucapnya.

Akin lainnya pun merespon yakni @Ahmad Hafiz Anwar menyebutkan kejadian air mati di perayaan lebaran Idul Fitri bukan kali ini saja. Tahun kemarin juga terjadi ai menilai tidak ada perubahan. ” Tahun kemaren juga begitu.”  Pungkasnya.

Dirut PDAM Feri Elvianto terkesan ingin berlindung dibalik pengumuman yang diumumkan PDAM Tirta Pengabuan melalui media sosialnya terkait air mati. Lantas jika sudah mengumumkan apakah lepas tanggungjawab atas air PDAM yang kerap mati tidak tentu arah?.

“Sebelum nya.Kami sudah Umumkan,” katanya, Jumat (20/3/2026)

Dirut kemudian berjanji air akan hidup esok hari, Sabtu 21 Maret 2026. Namun itu apakah hanya sekedar janji atau fakta.

“Insyaallah, Besok Hidup.” Pungkasnya

Ditanya terkait dengan kompensasi atas air mati dan kerugian konsumen dampak dari air mati di saat bulan Ramadhan mati berminggu-minggu Dirut hanya membaca pesan WhatsApp itu.

Ditanya terkait inisiatif memberikan air dengan menggunakan mobil tengki ke Masyarakat Dirut juga tidak menjawab hal itu.

Pos terkait