SEARAH.CO – Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tembus diangka 800 anak-anak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bahkan ada yang sudah menggunakan nebo apa langkah pemerintah kabupaten (Pemkab).
Akun tiktok @Prosespanjang yang mengunggah diduga anaknya yang merupakan warga Jl Panglima, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) itu tengah dilakukan nebo. Anak tersebut diduga mengalami sesak nafas akibat asap Karhutla yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dan paling pekat dalam beberapa minggu ini.
Dalam caption di dalam video menyebutkan anaknya diduga terkena ISPA yang cukup parah hingga mengalami sesak nafas. Bahkan ia berjanji akan menangkap para pelaku karhutla jika anaknya bisa sehat seperti semua dari serangan ISPA yang saat ini didetia anaknya.
“Kabupaten asap Kuala Tungkal Provinsi Jambi jahat banget ya dek, papa tangkap pelaku Pembakaran hutan ya dek. Menyebabkan semua ini tapi adek harus sembuh,” tulisnya
Selain itu ia juga mempertanyakan kemana langit biru yang selalu muncul namun kini tertutup oleh asap.
Sementara itu, Sekda Tanjabbar Hermansyah di konfirmasi terkait dengan penanganan dampak karhutla yang ISPU saat ini, Jumat 15 Oktober 2026 mencapai 800 tersebut belum merespon.
Konfirmasi juga untuk mempertanyakan upaya Pemkab Tanjabbar dalam penangan dampak karhutla seperti menyediakan rumah singgah atau yang lainnya. Namun sayang pesan WhatsApp itu tidak direspon nya sama sekali.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Tanjabbar, Sahala Simatupang dikonfirmasi terkait dengan langkah dinas kesehatan untuk menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat seperti rumah singgah, nebo massal, pengecekan kesehatan serta vitamin untuk masyarakat. Ia mengaku tengah melakukan koordinasi. “Siap saya koordinasikan,” ucapnya
Sahala mengaku dirinya tengah berada di Jambi saat ini. Namun belum diketahui dalam rangka kegiatan apa.
“Masih di Jambi, koordinasi dulu.” Pungkasnya





