Mengenal Lebih Dekat Dunia Pemasyarakatan, Lapas Kuala Tungkal laksanakan Edutrip bersama Mahasiswa Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal

SEARAH.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal menerima Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal dalam kegiatan education trip (edutrip). Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari 18 mahasiswa dan 3 dosen, termasuk Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr. Nurul Hidayah Tumadi, Lc., M.A.

Kunjungan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus ruang dialog interaktif bagi para peserta untuk memahami secara langsung pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi, pembinaan, dan reintegrasi sosial warga binaan. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, beserta jajaran pejabat struktural, Jum’at (15/10/2026).

Dalam sambutannya, Kalapas Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan civitas akademika Universitas Islam An-Nadwah. Menurutnya, sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang bertujuan membentuk kembali warga binaan agar mampu berintegrasi secara positif di tengah masyarakat. Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembinaan dilaksanakan secara humanis, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku,” ujar Iwan Darmawan.

Pada kesempatan tersebut, peserta menerima pemaparan mengenai sistem pemasyarakatan serta berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di Lapas Kuala Tungkal. Materi yang disampaikan meliputi pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembentukan karakter, serta pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Tidak hanya mengikuti sosialisasi di dalam ruangan, para mahasiswa dan dosen juga diajak untuk meninjau secara langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal. Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta berkesempatan melihat berbagai program pembinaan kemandirian yang dikelola oleh warga binaan, meliputi program perikanan dalam 20 kolam, perkebunan yang meliputi pisang, tebu dan kangkung, peternakan ayam kampung, serta peternakan bebek.

Melalui peninjauan langsung ke area SAE, para peserta memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi pembinaan berbasis produktivitas di lingkungan pemasyarakatan. Program-program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan kerja bagi warga binaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mereka untuk kembali hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal, Dr. Nurul Hidayah Tumadi, Lc., M.A., menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Lapas Kuala Tungkal yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai sistem pemasyarakatan.

“Kegiatan edutrip ini menjadi media pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Mereka dapat melihat secara nyata bagaimana sistem pemasyarakatan bekerja, memahami tantangan yang dihadapi, serta mengetahui berbagai upaya pembinaan yang dilakukan untuk membantu warga binaan kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat. Pengalaman ini tentu menjadi pengetahuan berharga yang tidak hanya diperoleh dari teori di ruang perkuliahan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan pembinaan, hak dan kewajiban warga binaan, program kemandirian, hingga peran pemasyarakatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial.

Putri, salah satu mahasiswa yang mengikuti edutrip ini menerangkan bahwa dia jadi tahu bagaimana kegiatan warga binaan di dalam lapas. “Berbeda dari berita negatif yang dikabarkan di media sosial bahwa mereka disiksa dan lain sebaginya, ternyata tidak sama sekali di lapas kuala tungkal, justru mereka diberi bekal untuk bebas kelak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal berharap wawasan yang dibagikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Sinergi antara dunia akademik dan pemasyarakatan diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program edukatif lainnya.

Pos terkait