BPK Harus Tau, Ternyata Pembuatan Fiber Proyek Panjang Tebing Rp3 M Tanjabbar di Lokasi Kegiatan

SEARAH.CO – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Jambi harus tau pembuatan fiber untuk proyek panjat tebing atau wall climbing di kawasan sport center Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Rp3miliar tersebut ternyata berada dilokasi kegiatan proyek bagmana pengawasnya.

“Dibuat dilokasi itu lah mereka buat fiber itu, itu bukti nya ada di foto dan video,” kata sumber searah.co, Sabtu (11/4/2026).

Ia mempertanyakan bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas dan pengawas internal dinas terkait. Seharusnya hal itu tidak boleh terjadi karena seharusnya perusahaan memiliki standar fiber untuk panjat tebing bukan sembarang membuat.

“Konsultan nya kemana sekarang, jelas-jelas pembuatan fiber dilokasi. Kalau sampai Konsultan tidak tau artinya ada sesuatu yang disembunyikan,” ujarnya.

Pembuatan fiber itu diduga dilakukan pada sekitar bulan Oktober 2025 saat pekerjaan itu berlangsung. Bahkan, ia juga meminta BPK dan kejaksaan untuk mengusut kasus ini.

Pasalnya, pekerjaan ini sangat tidak wajar bahkan bukan pada ahli yang menangani pembuatan panjat tebing. Selain itu jika panjat tebing ini difungsikan bisa berbahaya bagi keselamatan para atlet baik yang berlatih ataupun nanti saat mengikuti kejuaraan provinsi (Kejurprov) dimana Tanjabbar akan menjadi tuan rumah.

“Ini bukan hanya bicara soal bangunan atau kontruksi nya. Kita harus bicara standar keselamatan, kemana para atlet. Kalau kerjaan seperti ini sangat membahayakan mereka semua. Apalagi ini dipersiapkan untuk acara yang penting Porprov,” ucapnya

Kalau pekerjaan asal -asalan nanti siapa yang bertanggungjawab jika ada masalah saat digunakan.

“Siapa yang mau tanggungjawab penuh nya, jangan lepas tangan semua.” Pungkasnya

Terkait hal itu, Konsultan Pengawas Ahmad Riyadi belum merespon pesan WhatsApp searah.co

Pos terkait