SEARAH.CO – Jauh sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi melakukan pemeriksaan, Ketua Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia Provinsi Jambi Cecep mengungkap jika dengan Rp3miliar seharusnya bisa mendapat spesifikasi berstandar internasional bukan yang tidak bisa digunakan seperti saat ini.
“Kalau anggaran tiga miliar bisa kita buat standar internasional kita sangat sayangkan tidak ada keterlibatan secara intens dengan temen -temen panjat tebing,” kata Cecep atau yang kerap disapa Goes Soeryo melalui unggahan videonya di halaman Facebook @Goes Soeryo yang di unggah sekitar Desember 2025 lalu saat pekerjaan itu tengah berlangsung.
Ia mengungkap persoalan proyek panjat tebing senilai Rp3miliar yang bersumber dari APBD Tanjabbar 2025 itu. Pertama kata dia secara standar sangat tidak memenuhi standar FPTI. Ia menyebutkan misalnya titik pijakan atau titik speed dari titik satu dengan titik lainnya yang sehasu612,5 cm tetapi di panjat tebing ini malah 20 cm hingga 40 cm.
“Speed 12,5 cm kiri kanan tapi yg terjadi ada yang 20, 30, 40 artinya jika seperti ini tidak bisa digunakan kita minta untuk dirubah ya ka lubang lubang baut ini,” katanya.
Selain itu posisi Fiber sangat licin saat itu dirinya tinjau. Ia mengibaratkan fibernya seperti diberitakan skincare. Ia meminta kepada pihak terkait untuk bisa memperbaiki sesuai dengan standar FPTI.
“Posisioning fiber ini sangat licin seperti pakai skincare ya tidak ada sama sekali pasir-pasir nya. Tolong diperbaiki secara pembersian oke,” ucapnya.
Bahkan, ia juga menyoal secara kemiringan posisi panjang tebing yang sangat jauh dari kata standar. Pasalnya kemiringan yang ada tidak sesuai standar yang seharusnya kemiringan atas 1 meter dan bawah 20 cm akan tetapi yang ada jauh dari itu.
“Tetapi secara spesifikasi tingkat kemiringan harus dirubah atas 1 meter bawah 20 CM nah yang ada ini sekitar 60 cm atau 50 cm atas itu waduh,” ungkapnya.
Cecep meminta agar besi dan rangka harus dibongkar ulang karena tidak sesuai. Jika hal itu dipaksakan maka tidak akan bisa digunakan dan sia-sia dibangun.
“Artinya rangka besinya harus dibongkar ulang dan dirapikan lagi dan harus sesuai kita sudah kasih catatannya ukuran-ukurannya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya BPK melakukan pemeriksaan secara intens atas proyek tersebut bahkan BPK kabarnya berang atas proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi atau standarnya.
Dalam sejumlah foto BPK terlihat ditemani oleh kontraktor dan sejumlah pihak dalam melakukan pengecekan proyek panjat tebing tiga miliar itu





