Masyarakat Minta Inspektorat Tanjabbar Periksa Proyek Jalan Makam dan Drainase Tungkal III Diduga Bermasalah

SEARAH.CO —  Masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar)  melakukan pemeriksaan atas dua pekerjaan di Kelurahan Tungkal III Kecamatan Tungkal Ilir yakni proyek jalan di makam TPU Raudatul Jannah RT 6 & 16 serta drainase didekat sekolah PHI Kuala Tungkal.

Kedua proyek tersebut menurut masyarakat sekitar dinilai dikerjakan asal-asalan. Proyek makam TPU Raudatul Jannah Rp281 juta yang harus selesai Desember 2025 lalu tersebut pasirnya sudah keluaran bahkan lebar jalan pun tidak sama satu titik dengan titik yang lainnya.

Sementara itu, Drainase yang berada dekat dengan sekolah PHI Kuala Tungkal diduga perencanaan asal-asalan hal itu disebabkan tidak adanya pembuangan dari Drainase tersebut akibatnya air menggenangi jalan yang cukup dalam.

AD warga RT 6 Kelurahan Tungkal III mengatakan pekerjaan itu terkesan asal-asalan. Ia menyebutkan awalnya permasalahan itu terjadi karena jalan makam tersebut meloncati makam. Setelah diberikan media jalan tersebut telah di ubah memutari makam.

Namun, saat pekerjaan selasa muncul masalah baru lagi yakni saat ini pasir sudah keluar yang menandakan pekerjaan itu kekurangan mutu atau bisa jadi kekurangan volume.

“Ini kerjanya asal-asalan nian, entah gimana kerjanya. Kami pun dak ngerti . Jalannya lebar kecil gitu, terus dulu tu makan tu meloncati sekarang malah muncul lagi pasir sudah keluaran semen sudah terkelupas,” katanya.

Ia meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa pekerjaan tersebut ia menduga ada dugaan mark up anggaran atau kekurangan volume atau mutu beton.

“Tolong di periksa, kita ingin kerjaan ini berkualitas biar tanah digunakan lama. Tapi kenapa ini malah kaya gini,” ucapnya.

Sementara itu, UM warga yang berada disekitar PHI juga mengeluhkan atas proyek drainase yang tidak jelas pembuangan airnya. Sebab anak sekolah dan orang melintas terkena dampaknya air yang tidak terbuang itu.

“Gimana ya bingung dengan drainase ini. Masak iya jadi genangan malah tinggi lagi genangan ini. Harusnya kan ada pembuangan ini Idak ini namanya penampungan air,” ungkapnya.

Ia meminta kepada instansi terkait yang memiliki kewenangan untuk memeriksa drainase tersebut. Baik itu perencanaan atau pun fisiknya.

” Kita buka ga dukung pembangunan. Tapi kalau asal-asalan ini duit masyarakat yang terbuang sia-sia. Kita minta polisi atau jaksa atau yang bisa audit (red, Inspektorat) untuk periksa ini proyek.” Tandasnya.

 

Pos terkait