SEARAH.CO — Dokter hingga tenga kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) banyak tidak masuk kerja.
“Pak Kadis, segera ditindak lanjuti buat surat ke merea langsung teruskan ke sata,” kata Bupati Tanjabbar Anwar Sadat kepada kadinkes dihadapan kepala organisasi perangkat Daerah (OPD).
Bupati juga meminta penanganan persoalan pegawai tidak masuk harus secara serius sebab mereka digaji dengan uang rakyat. Apalagi kata dia, tenaga kesehatan dan dokter merupakan pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.
“Bagaimana pelayanan mau berjalan kalau pegawainya banyak tidak masuk. Mereka ini PNS digaji besar oleh negara ada gaji ada TPP,” ujarnya.
Bupati menyebutkan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Tanjabbar ada temuan dokter dan pegawai tidak masuk. Hal ini sangat ironis dengan pelayanan.
“Ini di rumah sakit Surya Khairudin dan Rumah Sakit KH Daud Arif dua dua nya ada temuan PNS yang tidak masuk jumlah harinya lumayan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan dari 17 puskesmas yang ada di Tanjabbar semuanya ada temuan. Puskesmas Sebrang Kota, Puskesmas Pijoan Baru serta puskesmas yang lainnya.
“Di puskesmas Pijoan Baru ada dokter gigi yang tidak asuk cukup lama. Ini kenapa jika sakit tanyakan sakitnya apa dan seperti apa. Sakitnya permanen atau seperti apa. Kalau sakitnya permanen segera di proses untuk pensiun dini.” Tandasnya.
Kadinkes Tanjabbar Zaharuddin mengatakan pihaknya saat ini tengah memproses semua pegawai yang bermasalah. Terutama yang tengah sakit berat.
“Siap pak bupati, kami tengah dalam proses semuanya.” Tandasnya.





